Konflik ini mulai sejak pertengahan Oktober. Sebuah organisasi yang bernama Gerakan Reformasi Sepakbola (GRSNI) yang di dalangi seorang Arfin Panigoro merencanakan sebuah liga revulusioner dan harapan itu terwujud setelah secara resmi meluncurkan PT. Liga Primer Indonesia 24 October 2010 lalu dan LPI akan bergulir pada 8 Januari. Dalam pihak lain, PSSI kurang suka apa yang di lakukan oleh PT. Liga Primer Indonesia karena melanggar beberapa regulasi dan memberi sangksi kepada liga ini yaitu tidak melabel Liga Primer Indonesia sebagai liga sepakbola profesional di tanah air apakah dampak konflik ini buka saja kepada PSSI tetapi masyarakat Indonesia?
Tujuan LPI
Tujuan LPI sendiri untuk membangun sebuah ajang sepakbola yang leboh profesional dari pada apa yang dilakukan PT. Liga Indonesia seperti Djarum ISL dan Liga Tiphone. Beberapa hal refolusioner dilakukan oleh PT. Liga Primer Indonesia seperti mengelola good governance, mengunakan beberapa marquee player dan coah contoh, Diego Tristan yang pernah berkiprah di English Primier League bersama West Ham yang akan berkiprah di LPI bersama klub Real Mataram Jogjakarta, dam yang paling revulosioner adalah tidak menggunakan dana APBD. Main Goal PT. Liga Primer Indonesia adalah untuk membangun sebuah kompetisi yang lebih profesional untuk memjukan sepak bola Indonesia.
Apa Yang Saya Takutkan
Setelah pertama kali mendengar berita tentang LPI, saya sangat kaget. Saya sendiri adalah seorang penggemar ISL dan saya rasa musim ISL yang ini salah satu yang paling mulus yang saya pernah lihat (hitung liga bank madiri dan liga boga sari) dan tiba ada counterpartnya.
Saya sendiri cukup senang tentang semua gagasan LPI apalagi tentang marquee player tetapi apa yang saya khawatirkan adalah sangksi yang diberi PSSI tentang LPI terutama tentang pemain Indonesia. Pemain yang berkiprah di LPI tidak boleh membela timnas Indonesia. yang lebih memperhatinkan adalah 3 tim PSM, Persibo dan Persema mengundurkan diri dan pindah ke LPI apalagi ketiga tim tersebut mempunyai pemain Indonesia yang muda. Regulasi ini akan mencalonkan beberapa korban yang akan mengubur impianya bermain untuk tim tanah air tercinta seperti Samsul Arif, Rudi Widodo, Jaya Teguh Angga, Diva Tarkas, Kim Kurniawan dan yang paling menggawatkan nama seorang Irfan Bachdim yang nama menucat setelah penampila yang apik di Piala AFF dan baru baru menjadi idola kaum hawa. Samsul Arif, Rudi Widodo dan Jaya Teguh Angga di nobatkan akan pindah ke Sriwijaya FC namun Kim Kurniawan dan Bachdim keputusan belum final. Bahkan pelatih Persema Timo Schumann dan kapten Persema Bima Sakti sudah menobatkan bahwa Irfan tidak akan hijrah ke Persema. Diva Tarkas pun tidak ada kabar. Juga dari Persitara yang juga mundur dari Liga Tiphone akan kehilangan nama Tantan. Kita sudah kehilangan nama belia seorang Andik Vermansyah yang ada di Persebaya. Saya tidak ingin nama-nama potensial hilang seketika.
Apa yang Saya Usulkan
Saya usulkan bahwa kedua tim seharushnya berkerjasama untuk memperbaiki liga ISL dan Tiphone juga liga-liga lainya. Ini akan melonjakan cukup tinggi ISL dan liga liga lainya. Tidak hanya mengilangkan konflik namun gagasan yang di berikan LPi bisa di adaptasikan oleh PSSI dan membangun sepakbola yang lebih baik karena saya rasa sepak bola Indonesia sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat pada jangka waktu 3 tahun terakhir. Yang lebih menguntungkan budget sepak bola Indonesia bisa bertambah karena di subsidi dari PT. Liga Indonesia dan PT. Liga Primer Indonesia.Bisa digunakan untuk , perbaikan rumput dan infrastruktur, pembinaan usia muda dan mebangun ketertarikan kepada sepakbola dalam masyarakat Indonesia.Saya rasa konflik ini harus di hentikan dan PSSI harus meminta berkejasama. Dengan ini, pemain dan pelatih di ajang sepak bola Indonesia tidak perlu memikirkan hal-hal nonteknis dan lebih berkonsentrasi dalam bermain dengan baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar